Wasit Sebagai Kunci Pertandingan

 

Sepakbola telah menjadi cabang olahraga yang paling menjadi sorotan diseantero bumi. Olahraga ini bisa dimainkan dan dinikmati oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun dengan cara yang amat sederhana. Bahkan, sepakbola dianggap menjadi satu Bahasa universal. Sepakbola tak lagi dianggap hanya sebagai salah satu bidang olahraga, namun juga Bahasa pemersatu yang dapat merekatkan persaudaran.Namun sayangnya, persepak bolaan di Indonesia masih jauh dibandingkan Negara-negara lain, hal ini bukan tentang skill pemainnya saja namun juga berbicara tentang “Wasit Kotor” dalam sepakbola.

Tidak dipungkiri banyak sekali kasus-kasus kericuhan sepakbola yang dilatar belakangi karena kecurangan seorang wasit, memang menjadi wasit adalah perkara sulit karena harus jeli mengamati kejadian sekaligus harus bisa mengambil keputusan yang adil dalam waktu sepersekian detik. Maka, wasit seringkali menjadi perhatian dalam setiap pertandingan.

Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Teknik PSIS Semarang, Setyo Agung Nugroho. Menurutnya kepemimpinan wasit juga sangat berpengaruh dalam setiap laga pertandingan. Apalagi jika dalam mempimpin laga tersebut korps berbaju hitam ini tidak tegas dan kurang fair akan berpengaruh kepada permainan kedua tim. “Saya berharap wasit dapat bersikap adil dan tegas dalam memimpin pertandingan-perandingan yang akan terjadi pada musim depan” harap Agung.

Selain adil, wasit seharusnya mampu memegang prinsipnya. Wasit tidak boleh diberi “sogokan-sogokan” dari tim-tim yang mau memenangkan pertandingan dengan cara yang tidak selayaknya dilakukan, dengan hal-hal semacam itulah yang menjadi fakto-faktor mengapa persepak bolaan Indonesia masih bisa terbilang “kotor”. Selain itu Agung juga berhatap bahwa yang terpenting wasit tidak pandang bulu, baik kepada tim tamu maupun tuan rumah sendiri dam semua keputusan dalam memimpin jangan sampai berat sebelan. Agung sendiri mengaku pernah dicurangi wasit saat ia masih menjadi manajer PSIS tahun 2006, bahkan saat itu karena ia merasa sakit hati tanpa sengaja ia sampai meneteskan air mata karena rasa kecewa, ia kecewa karena buah keringat kerja keras tim hilang hanya karena wasit yang tidak amanah.

Wasit bisa diibaratkan menjadi seorang “Tuhan” dalam setiap pertandingan, sehingga seharusnya wasit sendiri mampu melakukan tugasnya dengan amanah, jujur. Apabila suatu pertandingan dipimpin oleh wasit yang tidak becus, ada besar kemungkinan pertanadingan tersebut akan ricuh, apabila ricuh akhirnya banyak korban-korban berjatuhan.

Semoga dengan berjalannya waktu wasit-wasit di Indonesia mampu menjadi wasit-wasit yang lebih amanah, adil dan jujur. Diharap dengan PSSI mengundah berbagai pelatihan wasit dari mancanegara mampu mempengaruhi kinerja dan pola piker wasit di Indonesia sehingga dapat terbebas dari yang namanya kemerosotan moral seorang wasit yang masih mau untuk di”sogok”.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s